Bisnis tiket dan bisnis retail punya alur kerja yang sangat berbeda. Menggunakan satu sistem generik berarti kompromi di keduanya. Kami membangun dua sistem khusus agar masing-masing bisnis mendapat fitur terbaik tanpa kompromi.
Kebanyakan sistem POS dipaksa untuk menangani semua jenis bisnis. Hasilnya? Tidak optimal untuk siapapun.
Bisnis tiket butuh harga per hari dan gate scanning, tapi POS generik tidak punya. Bisnis F&B butuh cetak ke dapur, tapi fiturnya tidak ada.
Alur jual tiket (pilih tanggal → kelas → bayar → scan QR) sangat berbeda dari jual barang (scan barcode → bayar → ambil barang). Memaksakan satu alur membuat keduanya tidak nyaman.
Bisnis tiket butuh laporan pengunjung per hari & kelas. Bisnis retail butuh laporan stok & laba per produk. Laporan generik tidak menjawab keduanya.
Dua sistem yang dirancang khusus untuk kebutuhan yang berbeda.
Untuk bisnis wisata & event
Untuk bisnis retail & F&B
Lihat perbedaan mendasar antara kedua sistem berdasarkan aspek-aspek kunci bisnis.
| Aspek | POS Ticketing | POS Retail |
|---|---|---|
| Model Bisnis | Menjual akses/pengalaman berbasis tanggal & waktu kunjungan | Menjual produk fisik (barang) atau makanan/minuman |
| Konsep Stok | Kapasitas pengunjung per hari (kuota harian) | Stok barang fisik yang berkurang setiap penjualan |
| Harga | Dinamis — berubah otomatis per hari (weekday/weekend/libur) | Tetap per produk, bisa ditambah modifier (topping, ukuran) |
| Alur Pesanan | Pilih tanggal → pilih kelas → bayar → dapat e-tiket QR | Pilih produk → tambah ke keranjang → bayar → cetak struk |
| Validasi | Scan QR Code di gerbang masuk (gate management) | Tidak ada — barang langsung diserahkan ke pelanggan |
| Penjualan Online | Halaman booking online per venue (multi-tenant) | Fokus penjualan di kasir (POS counter) |
| Dapur & Meja | Tidak ada — pengunjung langsung masuk venue | Ada — pesanan dikirim ke dapur, dine-in dengan manajemen meja |
| Laporan Utama | Jumlah pengunjung, pendapatan per tanggal, per kelas tiket | Penjualan per produk, stok, laba kotor, per metode bayar |
Menjual akses/pengalaman berbasis tanggal & waktu kunjungan
Menjual produk fisik (barang) atau makanan/minuman
Kapasitas pengunjung per hari (kuota harian)
Stok barang fisik yang berkurang setiap penjualan
Dinamis — berubah otomatis per hari (weekday/weekend/libur)
Tetap per produk, bisa ditambah modifier (topping, ukuran)
Pilih tanggal → pilih kelas → bayar → dapat e-tiket QR
Pilih produk → tambah ke keranjang → bayar → cetak struk
Scan QR Code di gerbang masuk (gate management)
Tidak ada — barang langsung diserahkan ke pelanggan
Halaman booking online per venue (multi-tenant)
Fokus penjualan di kasir (POS counter)
Tidak ada — pengunjung langsung masuk venue
Ada — pesanan dikirim ke dapur, dine-in dengan manajemen meja
Jumlah pengunjung, pendapatan per tanggal, per kelas tiket
Penjualan per produk, stok, laba kotor, per metode bayar
Dengan memisahkan kedua sistem, masing-masing mendapat perhatian penuh dan fitur yang benar-benar relevan.
Interface yang dirancang khusus membuat kasir lebih cepat melayani. Tidak ada menu/tombol yang tidak relevan.
Laporan sesuai kebutuhan bisnis. Tiket dilaporkan per pengunjung & tanggal, retail per produk & stok.
Staf baru bisa langsung paham karena tampilan dan alur sesuai dengan cara kerja bisnis mereka sehari-hari.
Fitur baru dikembangkan berdasarkan kebutuhan spesifik industri, bukan kompromi dari berbagai jenis bisnis.
Banyak venue wisata juga punya toko retail atau food court di dalamnya. Anda bisa menggunakan kedua sistem sekaligus dalam satu akun. POS Ticketing untuk loket tiket, POS Retail untuk toko dan restoran di area wisata. Semua terkelola dalam satu dashboard.